Di ujung gelap saya memejam mata,pasti selalu terbangun oleh suara TV yang ditonton adik saya sebelum berangkat sekolah. Walaupun saya juga tahu ia suka mengecilkan volume nya sampai dia sendiri saya jamin mendengar dengan sangat lirih(tentu saja dengan tujuan tidak membuat gaduh dan tak membuat macan ngamuk). Tentu saya geram,karena harus bangun sepagi itu,dan saya juga masih merasa sangat berat.Tapi saya biarkan,dan saya memilih tetap pejam dan membujur.(Sesekali saya juga menyebut "DAMN!")
kebiasaan ini dimulai saat TV kuno berwarna kami diperbaiki dan menjadi bening,sebening air ledeng di bak mandi yang diisi ayah saya.
setiap pagi saya harus geram,saat adik saya turun dari tempat tidurnya dan langsung menuju tombol TV..Kegeraman saya dimulai.Apalagi ketika ia sudah berangkat sekolah dan membiarkan TV tetap menyala,selain saya tidak suka suara riuhnya,saya juga sebal dengan pemborosan listrik.
Tapi akhir-akhir ini lain,semenjak seminggu yang lalu.Semenjak saya menonton film tentang Sponge Kuning Kotak.
Saya rasa ini adalah sebuah kebiasaan baru bagi saya untuk menjadi manusia normal yang ringan-ringan saja.Saya memang merasa sponge yang tak bermasa terlalu berat,dan ringan saja dengan tak banyak memeras otak untuk mengerti cerita dan tersenyum konyol juga krenyitan dahi yang dengan sedikit puas-puas jengkel.
Saya sungguh telah terjangkit sebuah virus.dengan gejala "ketawa konyol kadar ringan di pagi dan berpikir ala kadarnya saja,seperti bocah kalau 'NGOWOH' ."
Saya menyukai sensasi ini,sebuah habit baru yang memperlakukan saya secara lembut dan ringan.Tanpa membuat sebuah imajinasi tahap lanjutan yang liar,karena penyajiannya sangat simple dan kita hanya mengikuti step by step untuk melewati detik-detik dengan perasaan ringan dan berakhir segar.
Mungkin ini juga yang terjadi pada anak-anak dibawah usia.Kepolosan mereka karena kemurnian dan kesederhanaan pikiran,dan imajinasi yang tak berlanjut-lanjut extreme seperti ketika kita menonton infotainment cerai,berita kriminal,sinetron muka belatung ibu tiri,atau semua yang membuat kita hanyut berpikir.Inilah dunia dimana saya merasa semua nya baik-baik saja dan benar seperti bocah"NGOWOH"
delicate and innocent
hidup Ngowoh!ngowoh,ngowoh,ngowoh,ngowoh,ngowoh,!!!!!!!!!!!
sponge itu bernama BOB NGOWOH !
kebiasaan ini dimulai saat TV kuno berwarna kami diperbaiki dan menjadi bening,sebening air ledeng di bak mandi yang diisi ayah saya.
setiap pagi saya harus geram,saat adik saya turun dari tempat tidurnya dan langsung menuju tombol TV..Kegeraman saya dimulai.Apalagi ketika ia sudah berangkat sekolah dan membiarkan TV tetap menyala,selain saya tidak suka suara riuhnya,saya juga sebal dengan pemborosan listrik.
Tapi akhir-akhir ini lain,semenjak seminggu yang lalu.Semenjak saya menonton film tentang Sponge Kuning Kotak.
Saya rasa ini adalah sebuah kebiasaan baru bagi saya untuk menjadi manusia normal yang ringan-ringan saja.Saya memang merasa sponge yang tak bermasa terlalu berat,dan ringan saja dengan tak banyak memeras otak untuk mengerti cerita dan tersenyum konyol juga krenyitan dahi yang dengan sedikit puas-puas jengkel.
Saya sungguh telah terjangkit sebuah virus.dengan gejala "ketawa konyol kadar ringan di pagi dan berpikir ala kadarnya saja,seperti bocah kalau 'NGOWOH' ."
Saya menyukai sensasi ini,sebuah habit baru yang memperlakukan saya secara lembut dan ringan.Tanpa membuat sebuah imajinasi tahap lanjutan yang liar,karena penyajiannya sangat simple dan kita hanya mengikuti step by step untuk melewati detik-detik dengan perasaan ringan dan berakhir segar.
Mungkin ini juga yang terjadi pada anak-anak dibawah usia.Kepolosan mereka karena kemurnian dan kesederhanaan pikiran,dan imajinasi yang tak berlanjut-lanjut extreme seperti ketika kita menonton infotainment cerai,berita kriminal,sinetron muka belatung ibu tiri,atau semua yang membuat kita hanyut berpikir.Inilah dunia dimana saya merasa semua nya baik-baik saja dan benar seperti bocah"NGOWOH"
delicate and innocent
hidup Ngowoh!ngowoh,ngowoh,ngowo
sponge itu bernama BOB NGOWOH !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar